Benar dan Selaras dalam Pandangan jawa

Keteraturan berarti harmoni, selaras dengan tujuan kosmos. Oleh sebab itu, keharmonisan adalah suatu kondisi dasariah yang harus ditegakkan oleh setiap orang Jawa. Prinsip inilah yang mendasari keputusan etis orang Jawa. Bagi orang Jawa, yang penting bukanlah apakah suatu sikap, perbuatan atau pendapatnya itu ‘benar’, melainkan apakah itu ‘cocog’ atau ‘selaras’.

Jika seseorang melakukan suatu perbuatan yang dianggapnya ‘benar’, namun perbuatannya itu mengakibatkan ketersinggungan perasaan orang lain atau bahkan membuat guncangan yang hebat (geger) di dalam masyarakat (disharmoni), maka perbuatannya itu sama sekali tidak bernilai di mata orang Jawa. Bagi orang Jawa, perbuatan yang ‘benar’ akan mengarah kepada keselarasan kosmis.

Pandangan Jawa
src: pijaremas.blogspot.com

Jika demikian halnya, perbuatan orang tadi berarti tidak benar, karena menyebabkan ketidak harmonisan, keguncangan, dan keresahan (kebalikan dari ketenangan, ketentraman, dan keseimbangan batin). ‘Yang benar’ itu tenang (kalem) dan lembut (alus), sehingga orang Jawa percaya bahwa ‘yang benar’ itu tidak perlu ditunjukkan, sama seperti ‘yang tidak benar’ itu tak perlu ditutup-tutupi (becik ketitik, ala ketara). Percuma saja memamerkan kebenaran atau menutupi ketidakbenaran. Pada waktunya yang tepat (cocog), keduanya tentu akan menyingkapkan diri tanpa membuat keadaan menjadi geger (chaos). Itu sebabnya sejak dahulu, para leluhur orang Jawa telah menanamkan untuk tidak perlu memberitakan kebaikan-kebaikan diri sendiri.

Dari itu dapat dicatat bahwa kategori ‘kebenaran’ rupanya tidak menempati posisi yang tertinggi dalam masyarakat Jawa. Yang menempati posisi tersebut adalah ‘keselarasan’. Ini adalah salah satu hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam program misi/dakwah terhadap masyarakat Jawa – baik dari pihak Kristen maupun Islam – mengingat perselisihan yang biasanya terjadi antara kedua agama ini selalu berpangkal dari soal menyatakan ‘kebenaran’ ataupun polemik soal ajaran ‘yang benar’.

Tag Pencarian: kata kata mistis jawa

TIDAK ADA KOMENTAR