Ronggowarsito Juga Seorang Pejuang Kemerdekaan

Sosok Ronggowarsito ternyata tak hanya dikenal luas karena Serat Jayabaya yang kontroversial itu. Pujangga Kasunanan Surakarta itu juga melejit namanya karena perlawanannya terhadap penjajah Belanda.

Demikian diungkapkan budayawan Romo Sapto Raharjo kepada okezone di Jakarta, Jumat (12/11/2010). “Karena perlawanannya itu beliau semasa hidupnya senantiasa dikucilkan,” ungkapnya.

Disebutkan, saat itu seorang pujangga memegang peranan penting dalam menggiring opini publik. Melalui ujung penanya, Ronggowarsito banyak menggugat keberadaan Belanda di Tanah Air.Makam Ronggowarsito - mistikindonesia.com

Menurut Romo Sapto, ada riwayat yang menyebutkan Ronggowarsito meninggal dunia karena dihukum mati dan ada juga yang menyebut karena bunuh diri. “Buah pena memang lebih berharga ketimbang pucuk senjata, Ronggowarsito termasuk tokoh intelektual di Kasunanan, sehingga dia dibelenggu oleh VOC,” ungkapnya.

Ronggowarsito lahir di Surakarta pada 15 Maret 1802 dan wafat di Surakarta pada 24 Desember 1873. Dia adalah putra Mas Pajangswara dan cucu dari Yasadipura II, pujangga besar Kasunanan Surakarta. Dia diangkat sebagai Panewu Carik Kadipaten Anom bergelar Raden Ngabehi Ronggowarsito, menggantikan ayahnya yang meninggal di penjara Belanda pada 1830.

Lalu, setelah kakeknya wafat, Dia diangkat sebagai pujangga Keraton Surakarta oleh Pakubuwana VII pada tanggal 14 September 1845. Semasa hidupnya, Ronggowarsito menghasilkan banyak karya sastra. Dia meninggal dunia secara misterius pada 24 Desember 1873.

Anehnya, tanggal kematian tersebut justru terdapat dalam karya terakhirnya, Serat Sabda Jati, yang ditulisnya sendiri.

Muhammad Saifullah – Okezone

Herbal Jeng Ana

TIDAK ADA KOMENTAR